Manfaat Inisiasi Menyusui Dini (IMD) Untuk Ibu dan Bayi

by - Oktober 25, 2017

PENGERTIAN INISIASI MENYUSUI DINI (IMD)

IMD penting dilakukan baik persalinan normal maupun Caesar section, untuk mendapatkan manfaat yang luar biasa untuk ibu dan bayi. IMD atau Inisiasi Menyusui Dini yaitu memberikan ASI dengan segera setelah bayi dilahirkan, biasanya dalam waktu 30-60 menit pasca melahirkan. Ada juga beberapa case ditemukan, dalam waktu 15 menit bayi sudah memiliki insting menyusu pada ibunya, sehingga proses IMD ini terjadi lebih cepat.



LANGKAH-LANGKAH YANG HARUS DIPERHATIKAN SAAT IMD

Dilansir dari IDAI, berikut ini adalah langkah-langkah Inisiasi Menyusui Dini:
  1. Segera setelah bayi lahir dan diputuskan tidak memerlukan resusitasi, letakkan bayi di atas perut ibunya (bila sectio,bayi diletakkan diatas dada) dan keringkan bayi mulai dari muka, kepala, dan bagian tubuh lainnya kecuali kedua tangannya. Bau cairan amnion pada tangan bayi akan membantunya mencari puting ibu yang mempunyai bau yang sama. Maka agar baunya tetap ada, dada ibu juga tidak boleh dibersihkan. Mengeringkan tubuh bayi tidak perlu sampai menghilangkan verniks karena verniks dapat berfungsi sebagai penahan panas pada bayi.
  2. Setelah tali pusat dipotong dan diikat, tengkurapkan bayi di atas perut ibu dengan kepala bayi menghadap kearah kepala ibunya.
  3. Kalau ruang bersalin dingin, berikan selimut yang akan menyelimuti ibu dan bayinya, dan kenakan topi pada kepala bayi.
  4. Setelah 12-44 menit bayi akan mulai bergerak dengan menendang, menggerakkan kaki, bahu dan lengannya. Stimulasi ini akan membantu uterus untuk berkontraksi. Meskipun kemampuan melihatnya terbatas, bayi dapat melihat areola mammae yang berwarna lebih gelap dan bergerak menuju ke sana. Bayi akan membentur-benturkan kepalanya ke dada ibu. Ini merupakan stimulasi yang menyerupai pijatan pada payudara ibu.
  5. Bayi kemudian mencapai puting dengan mengandalkan indera penciuman dan dipandu oleh bau pada kedua tangannya. Bayi akan mengangkat kepala, mulai mengulum puting, dan mulai menyusu. Hal tersebut dapat tercapai antara 27 - 71 menit.
  6. Pada saat bayi siap untuk menyusu, menyusu pertama berlangsung sebentar, sekitar 15 menit, dan setelah selesai, selama 2-2,5 jam berikutnya tidak ada keinginan bayi untuk menyusu. Selama menyusu bayi akan mengkoordinasi gerakkan menghisap, menelan, dan bernapas.
  7. Setelah usai tindakan inisiasi menyusu dini ini, baru tindakan asuhan keperawatan seperti menimbang, pemeriksaan antropometri lainnya, penyuntikkan vitamin K1, dan pengoleskan salep pada mata bayi dapat dilakukan.
  8. Tunda memandikan bayi paling kurang 6 jam setelah lahir atau pada hari berikut.
  9. Bayi tetap berada dalam jangkauan ibunya agar dapat disusukan sesuai keinginan bayi (rooming in / rawat gabung).

 

TUJUAN INISIASI MENYUSUI DINI

-  Membangun bonding attachment antara bayi dan ibu melalui IMD
-  Skin Contact membuat ibu dan bayi lebih tenang secara psikologis
-  Mempertahankan kondisi bayi new born dalam keadaan sehat secara optimal
-  Mencegah hipotermi
-  Mencegah pendaharan setelah melahirkan
-  Merangsang produksi ASI
-  Membantu meningkatkan kekebalan tubuh bayi
-  Menurunkan tingkat stress
-  Menurunkan ansietas
-  Meningkatkan responsifitas
-  Mencegah perdarahan persalinan


MANFAAT IMD UNTUK IBU

-  Keuntungan menyusu dini untuk ibu:
-  Merangsang produksi oksitosin dan prolaktin
-  Meningkatkan produksi ASI
-  Mengeratkan bonding antara ibu dan bayi

 

MANFAAT IMD UNTUK BAYI

-  Merangsang kolostrum segera keluar
-  Kolostrum adalah imunisasi pertama bagi bayi
-  Meningkatkan system kekebalan tubuh bayi
-  Meningkatkan kecerdasan
-  Membantu bayi mengkoordinasikan hisap, telan, dan napas
-  Mengeratkan bonding antara ibu dan bayi
-  Menstabilkan pernapasan bayi
-  Mengendalikan suhu tubuh bayi


SYARAT DAPAT DILAKUKANNYA IMD

  • Dilakukan pada bayi baru lahir cukup bulan, sehat dan bayi prematur berisiko rendah yang lahir setelah kehamilan 35 minggu tanpa masalah pernapasan.
  • Kondisi ibu dalam keadaan stabil yaitu ibu tanpa komplikasi kehamilan/persalinan seperti preeklampsi berat/eklampsi, anemia berat (pendarahan pasca persalinan), diabetes melitus yang tidak terkontrol, penyakir jantung (NIHA 3 dan 4), asma dan penyakit-penyakit khusus lain seperti penyakit autoimun dll.
  • Tersedianya sarana dan prasarana penanganan untuk bayi baru lahir.
  • Tersedianya tenaga medis dan paramedis terlatih.

You May Also Like

0 komentar

Terimakasih telah meninggalkan komentar yang baik dan sopan.