Kuningan Kota Kuda, Liburan Murah Meriah Di Kaki Gunung Ciremai

by - November 07, 2017

Sudah sekian bulan, menghabiskan waktu liburan did alam kota saja akhirnya kami sekeluarga bertandang ke Kabupaten Kuningan yang terletak di kaki gunung ciremai.

Kuningan masih asri seperti dulu, suasana pegunungannya sangat terasa lewat udaranya yang masih fresh dan pemandangan kanan-kiri yang masih rindang dan hijau. Ini nih salah satu alasan untuk berlama-lama tinggal disini.



Banyak objek wisata yang dapat Anda kunjungi disini, sebagian besar memang daya tarik Kota Kuda ini terletak pada objek wisata alamnya seperti wisata outbond, kolam renang air panas, kolam renang umum, terapi ikan, serta wisata edukasi  berkebun dan bertani. Wisata lainnya juga terbilang komplit seperti wisata religi dan wisata kuliner yang bisa Anda dapatkan disepanjang jalan. Dijamin Anda tidak akan kelaparan selama berwisata di Kuningan.
Liburan kemarin memang belum tereksplore semua karena waktunya kunjungan yang singkat, jadi kami memutuskan untuk jalan-jalan jajan diseputar jalan baru yang menghubungkan wilayah Cijoho – Cirendang kemudian menuju objek wisata Waduk Darma. Please, turn off your AC in your car, buka jendela mobil Anda dan nikmati sejuknya udara pegunungan.

Saya juga menyempatkan mampir di salah satu warung ketupat tahu atau beberapa orang sunda bilang warung hucap yang legendaris yaitu hucap Mak Endah. Lokasinya yang dekat dengan Taman Kota Kuningan membuat warung yang sederhana ini mudah ditemukan. Soal rasa, jangan ditanya! Resep turun-temurun membuat konsumen kembali lagi untuk menikmati seporsi ketupat tahu seharga Rp. 10.000 rupiah saja. Sangat terjangkau bukan? Belum lagi para penjualnya yang ramah membuat saya merasa berada di rumah sendiri. “hatur nuhun, mangga sumping deui, teh”, ujar salah satu pelayan disana.
Masih belum kenyang? Yuk, mampir di pusat tahu susu daerah Lamping. Disana banyak yang berjualan tahu dan lontong yang masih panas alias baru dianglat dari wajan. Udara dingin membuat tahu susu ini nikmat disantap saat masih hangat.

Jajan tradisional di daerah Kuningan memang hampir sama dengan daerah sunda lainnya seperti Sumedang dan Bandung, karena sama-sama dari Sunda jadi banyak makanan khas kota lain yang juga dapat ditemukan disini seperti ubi cilembu, tahu sumedang dan lainnya. Namun Kuningan juga memiliki makanan khas sendiri. Tidak sulit menemukan makanan khas Kuningan diantaranya Tape Ketan atau terkenal dengan sebutan “peuyeum ketan”, nah makanan yang satu ini bisa dibawa buat oleh-oleh juga nih. Untuk Anda yang menyukai jajanan rasa asin, Anda bisa membeli makanan khas Kuningan lainnya yaitu keripik ketemling, keripik gemblong, rengginang serta keripik gadung.

Setelah jajan murah meriah, saya ajak Nafeesa untuk berkeliling Kuningan menggunakan alat transportasi tradisional, yaitu delman. Dulu, delman termasuk alat trasnportasi umum yang paling banyak ditemukan disini. Namun sejak adanya angkot, kemudian masyarakat lebih memilih menggunakan angkot daripada delman karena dianggap lebih aman, efektif dan efisien sehingga sedikit demi sedikit para pengemudi delman berkurang. Hanya dibeberapa daerah saja di Kuningan yang masih menggunakan delman sebagai sarana transportasi umum. Beruntungnya saya, dapat berkeliling kuningan sekaligus menikmati suasana sore hari di kaki gunung ciremai yang sejuk menggunakan delman. Hanya dengan Rp 15.000 – Rp 20.000 kita sudah bisa berdelman ria.

You May Also Like

0 komentar

Terimakasih telah meninggalkan komentar yang baik dan sopan.